It's more than creative, it's CREATIZZ

Working In Action: Bekerja Sampai Larut Malam

Menjelang malam, masih mengawasi pengecoran

Menjelang malam, masih mengawasi pengecoran

Truk Molen siap menuang beton cor ke bucket
Truk Molen siap menuang beton cor ke bucket
Bucket terisi beton, diangkat oleh Tower Crane
Bucket terisi beton, diangkat oleh Tower Crane
Terlihat selang dari bucket atau Bucket Tipping
Terlihat selang dari bucket atau Bucket Tipping
Dari ketinggian tersebut, dilakukan pengecoran vertikal pada kolom
Dari ketinggian tersebut, dilakukan pengecoran vertikal pada kolom
Para pekerja menaiki begesting kolom, bersiap "memvibrasi" beton cor
Para pekerja menaiki begesting kolom, bersiap “memvibrasi” beton cor

Beton masuk ke dalam begesting kolom, pekerja mengendalikan vibrator
Beton masuk ke dalam begesting kolom, pekerja mengendalikan vibrator

Foto-foto diatas merupakan salah satu cerita saya dalam menjalani magang di Proyek Apartemen Gunawangsa. Ada satu kesamaan antara bekerja dan kuliah. Bila besok pagi hari adalah deadline pengumpulan tugas, maka mahasiswa-mahasiswa (seperti saya ini😛) rela bergadang bahkan rumah teman di pucuk gunung pun disambangi. Bekerjapun sama, bila schedule hari ini adalah pengecoran kolom tertentu, maka sampai malam pun harus tetap bekerja. Sampai semua kegiatan pengecoran tuntas.

Bedanya antara kuliah dan bekerja, deadline tugas tidak setiap hari ada. Bekerja, hampir setiap hari ada deadlinenya!!! Lembur sudah menjadi makanan sehari-hari. Pulang jam 9 itu kesorean, paling malam bisa jam 1 baru menyentuh bantal di kos. Sebenarnya peraturan perusahaan di PT. Waskita Karya, jam kerja dari 08.00-17.00. Tapi kenyataannya hanya pegawai wanita yang pulang seperti itu. Bagi kita, para pria perkasa, masih terus melanjutkan pekerjaan kita. Enak bila nglembur cuma duduk di kantor ber-AC, menghadap komputer, ngutak-atik gambar AutoCAD. Gimana ceritanya kalo kita dapat jatah bekerja di project’s site? Sudah tempat duduk tidak ada, agak gelap (walau lampu proyek terangnya setengah mati), belum panasnya Surabaya. Komplit derita.

Ikhlas saja sih bila tiap hari melembur. Apalagi ada uang lembur. Tapi itu mah bagian pegawai tetap proyek. Kita? Mahasiswa magang? Ya cuma pasrah dan harus rela ikut melembur. Itung-itung sebagai bagian menambah pengalaman dan skill untuk bekerja sebenarnya (inilah yang namanya alibi pelarian).

3 responses

  1. Waw super sekali mas (ala mario teguh) ahahhaa. Tiap malem pulang jam 1? Ternyata dunia kerja jauh lebih keras dari tumpukan laporan pas kuliah ya mas?
    Salut2 ayoo semangat mas! ahahahaa

    June 9, 2011 at 10:40 pm

    • Super banget lika…lama aku berubah jadi superman (lho??)

      Tapi ya kaget juga sih mengenal yang namanya dunia kerja, apalagi lembur. Tapi sudah jadi pilihan hidup ya dijalani sepenuh hati tanpa banyak mengeluh (buset, bahasaku filsafat bgt ya)

      Semangat juga lika!! Semoga keterima di tempat yang baru, amin. GBU

      June 11, 2011 at 9:40 am

  2. Muhammad Abaz

    Informasi yang menarik dan sangat bermanfaat, Semoga Sukses selalu, salam hangat dari kami yang pernah magang di Tempat Magang Di Jogja😀

    May 22, 2015 at 11:11 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s