It's more than creative, it's CREATIZZ

Working In Action: Nilai “b” Asalnya Dari Mana, Mas?

Derr….!!!

Akhirnya pertanyaan itu tiba juga. Jujur saja, pertanyaan tadi terucap dari Kepala Teknik kantor tempatku magang, dan saya sudah mengira bahwa pertanyaan ini akan terucap juga. Perasaan ketakutan itu ada. Takut untuk menjawab, bukan itu. Takut untuk memberikan jawaban “tidak tahu pak”.

Malu juga untuk bercerita. Sehari sebelumnya, saya diberi tugas untuk menghitung penulang pelat lantai kamar mandi. Awalnya, pede bercampur keringat. PD karena saya merasa pernah diajari saat kuliah Perancangan Bangunan Teknik Sipil – Gedung (isih anget neng utek). Keringat karena kepanasan (lho??).

Berbekal semangat ’11 (tahun 1945 dah kadaluarsa), saya langsung bergerak. Bergerak mencari buku-buku kuliah, modul kuliah, SNI, dan segalanya. Tak lupa, Mbah Google harus diberi kemenyan dulu, sebelum ritual browsing. Searching-searching-browsing-surfing-downloading-tweeting-trolling-pusing, pendek kata, terselesaikan juga tugas tersebut (semalam bro, dah persis lagu Cinta Satu Malam).

Dengan PD yang masih tersisa sedikit (dan keringat yang tersisa banyak), saya kumpulkan tugas tersebut di atas meja Sang Penjagal…eh, ups, maksudnya Sang Kepala Teknik. Dalam hati, berat rasanya berpisah kepada 2 helai kertas berisi hitungan hasil print Ms. Excel itu. Serasa meninggalkan kekasih tercinta, yang sudah susah payah pedekate untuk mendapatkannya. Tapi apa daya, hai hitungan yang jelita, kakanda hanyalah seorang mahasiswa magang biasa. Sang bos adalah puncak dari rantai makanan di kantor ini. Kutinggalkan engkau, agar dapat dipelihara dengan baik dan manis di antara semua selir-selir kertas yang bertumpuk di atas mejanya.

Good bye, my love.  (Sedikit melankolis-agak ngayal)

Satu keraguan setelah selang beberapa menit kemudian.

Kalo gak salah, di situ ada variabel “b” yang gua gak tahu asalnya darimana. Itu apa, siapa, mengapa, bagaimana cara datangnya, sungguh gua gak tahu. Lah cuma ngopi-ngopi aja dari referensi. Buset dah, ntar kalo ditanyain gimana tuh??

Udahlah. Biarin aja deh, kata hati kecil saya. Masih banyak pekerjaan lain yang menumpuk untuk diselesaikan.

Keesokan harinya.

“Mas, nilai “b” ini kok bisa 1000 mm. Asalnya dari mana?”

Alarm otak pun berteriak. Seluruh sel-sel yang tertidur pun bangun. Semua langsung siaga di posnya masing-masing. Memegang senjata. Dan langsung memutar otak, supaya jawaban tadi bisa terjawab dalam waktu singkat. Maka inilah laporan dari sel-sel otak saya:

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Namun sel-sel goblok saya juga yang paling bergerak cepat. Ditambah lambe ini, yang isinya pengen buka terus.Keluarlah kalimat terkutuk tersebut.

“Saya tidak tahu pak”

Wassalam. Saya disuruh ngelembur untuk memperbaiki hitungan tersebut. Plus jadi bahan gojegan di kantor.

“Masak anak sipil UGM jawabnya tidak tahu. Gimana nih”

“Gak tahu apa angka fiktif tuh”

Setelah itu, malam ini, saya jadi teringat pada sebuah pepatah terkenal….

“Makanya belajar”- a famous quotation from a lecturer at Gadjah Mada Civil Engineering

5 responses

  1. eny

    gud2
    gt tuch banyak bgt kejadian d sipil
    gara2 liat tugas2 sebelumnya
    or kerjaan seblmnya kita g bener2 ngerti jdnya
    ^_^
    wah seru bgt
    bsk bagaimana klo ai yg meng

    June 12, 2011 at 5:19 pm

  2. “Makanya belajar…..”🙂

    Angka-angka fiktif itu paling haram untuk kita input di hitungan. Konsultan perencanan, utk proyek ini adalah Benjamin Gideon Associates (BGA), selalu meminta pihak teknik untuk mencantumkan asal dari input hitungannya.
    Jadi baru ketahuan ketika ada revisi dari BGA. Kalo yang meriksa dah ngantuk2, ya gak bakalan ketahuan🙂

    June 12, 2011 at 5:50 pm

  3. lha terus sidone nilai “b” iku opo? bebek goreng simpang pojok? hehe..

    June 13, 2011 at 11:31 pm

    • nilai “b” itu lebar per panjang, diambilnya per 1 m atau 1000 mm…

      Sebenarnya di hitungan sudah ada. Cuma kita kadang dari kuliah, gak (mau) ngerti asal dari input nilai di sebuah perhitungan. Kalo sudah di dunia konstruksi nyata, emang gak bisa angka main-main alias angka fiktif.

      Bahaya, selain tidak profesional, perancangan ini kan untuk tempat tinggal orang besok. Kalo ada apa-apa, harus ada yang bisa bertanggungjawab (ya kontraktornya itu, bukan arsiteknya, bukan konsultan perancangnya)

      June 14, 2011 at 2:26 pm

    • arep meneh neng bebek simpang youg??

      mergone udu bebeknya yo, tur sing tuku….po meneh sing klambine kembar, minim meneh wkwkwkwk😀

      June 14, 2011 at 2:29 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s