It's more than creative, it's CREATIZZ

Latest

Working In Action: 2014 dalam Tantangan dan Kenangan

Tahun 2017 sudah berlalu hampir 2 bulan lamanya. Dan kebetulan juga sudah 2 tahun lebih dari postingan saya terdahulu. Dalam 2 tahun tersebut, banyak momen yang saya alami di lingkungan pekerjaan ini. Utamanya tantangan yang sangat sulit untuk dihadapi. Tidak selalu berujung pada keberhasilan namun menjadi banyak pelajaran untuk masa depan. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman kerja dari tahun 2014 hingga 2016. Semoga menjadi sambungan kisah yang tuntas sejak artikel terakhir.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, tahun 2014 merupakan tahun yang sangat cepat berlalu bagi diri saya dan juga bagi perusahaan saya bernaung, yakni PT. Pamapersada Nusantara (PAMA) jobsite ASMI, Kapuas. Pada awal tahun tersebut, PAMA ASMI tidak lagi mulai berjalan, melainkan berlari cepat. Target cukup besar sudah ditetapkan oleh customer, PT. Asmin Bara Bronang, yaitu sekitar 2 juta ton batubara per tahun. Padahal baru saja jalan Coal Hauling dari Pit ke Port diselesaikan konstruksinya dan diserahterimakan kepada customer. Tentu saja tantangan tersebut kami hadapi dengan optimisme tinggi. Seiring berjalannya waktu, muncul banyak kendala dalam proses bisnis PAMA ASMI. Mulai dari produktivitas Coal Mining dan Hauling yang masih rendah hingga belum lancarnya aktifitas perkantoran. Sebab pada tahun itu, kantor kami telah berpindah dari Desa Buhut menuju Kahukup, yang mana menempati bangunan mess sementara. Hanya mess kami di Dept. Hauling yang masih bertahan di Desa Buhut. Setelah Crusher permanen sudah selesai dibangun dan mulai operasional, Dept. Hauling ditugaskan untuk mengerjakan proses Coal Crushing dan Stockpiling di area tersebut. 

Di pertengahan tahun, goyangan silih berganti menimpa kami. Tingginya angka insiden di area Dept. Hauling menjadi catatan buruk di mata manajemen site hingga HO (Head Office). Mulai dari kejadian LD (Light Dumptruck) rebah hingga tabrakan dengan alat berat lain di jalan. Puncaknya ketika kejadian insiden LD rebah hingga mengakibatkan unit rusak parah dengan kerugian berkisar 1 milyar rupiah untuk repair cost-nya saja. Belum lagi lost opportunity akibat tidak bisa digunakannya unit tersebut untuk produksi batubara. Masih rendahnya pencapaian kinerja Dept. Hauling membuat HO merombak jajaran manajemen site. Dari pucuk pimpinan (Project Manager) hingga Kabag (Dept. Head) digantikan orang baru. Tidak sampai di situ, jajaran Direksi kemudian membubarkan Dept. Hauling. PT. Asmin Bara Bronang memberikan kontrak Coal Hauling dan Road Maintenance kepada salah satu anak perusahaan PAMA, yaitu PT. Kalimantan Prima Persada (KPP). Dua faktor penyebabnya yaitu activity cost yang rendah dan berkurangnya jumlah proyek lain yang dipegang KPP.

Saya sendiri sebagai Hauling & Port GL ikut merasakan dampak dari perubahan tersebut. Selama setahun lebih, saya belajar secara langsung praktek konstruksi jalan hingga manajemen hauling batubara. Pada saat itu saya pun bekerja dengan 3 peran, yaitu seorang GL lapangan, GL Manpower, hingga SHE Coordinator. Tidak mudah untuk melaksanakan 3 peran tersebut, tetapi dengan bantuan segenap kawan-kawan di PAMA ASMI, saya bisa melaksanakan dengan baik. Hasilnya pun berbuah baik. DI tahun inilah, tepatnya bulan Juli 2014, golongan karyawan saya dinaikkan menjadi Golongan 4B. Lebih dari itu, dalam berbagai kesempatan saya dipercaya untuk menjadi PJS (Pejabat Sementara) Kabag Dept. Hauling. Tidak selesai disana, saya ikut merasakan perubahan perilaku dari kawan-kawan operator. Mereka, yang tadinya masih melakukan perilaku tidak baik (bad behavior) dalam bekerja, mulai berubah menjadi operator yang profesional. Produktivitas LD mulai meningkat dan tingkat insiden turun drastis hingga nol kejadian dalam 3 bulan berturut-turut. Sayangnya perubahan ini baru muncul ketika Dept. Hauling akan dibubarkan secara resmi pada bulan September 2014.

Pada fase berikutnya, saya harus mempersiapkan serah terima kerja dengan KPP dan memindahkan para operator ke jobsite lain. Dan semua itu harus sudah tuntas di pertengahan bulan Oktober 2014. Jendela waktu yang sempit membuat muncul banyak kendala. Mungkin “kendala” adalah bahasa yang halus. Lebih tepatnya “kekacauan”. Hal itu dikarenakan belum siapnya jobsite lain untuk menerima operator dalam jumlah cukup besar (100 orang lebih). Sehingga kami memutuskan agar sejumlah operator yang memiliki versatility (kompetensi dalam mengoperasikan alat berat) DT dengan tipe Komatsu HD 785 untuk diserap dalam Dept. Production. Departement Production adalah departement yang mengelola proses bisnis Overburden Loading hingga Coal Mining di area pit. Dengan begitu PAMA ASMI masih kelebihan jumlah operator dari kebutuhannya untuk sementara waktu. Tapi hal ini lebih baik dibandingkan membiarkan para operator tidak dapat bekerja hingga berbulan-bulan.

Di akhir tahun 2014, tidak hanya operator saja yang diserap Dept. Production, tetapi level Kabag, Section Head, hingga GL pun ikut diserap. Hanya beberapa GL saja yang ditinggal di Hauling KPP dengan status pinjaman. Karena KPP masih belum siap dalam mengelola pekerjaan Road Maintenance. Pada waktu itulah saya pun ditarik Dept. Production dan dirubah statusnya sebagai Overburden Management GL. Sebuah tantangan baru. Yang bahkan saya waktu itu belum merasa siap. Tetapi perintah harus dijalankan. Apalagi Kabag Dept. Production yang baru, Bapak Agus Santoso sangat menginginkan saya untuk segera terlibat dalam proses penambangan di pit. Maka melangkahlah saya menuju Kahukup, mess permanen PAMA ASMI. 

Advertisements

Working In Action: Kembali Bekerja di Zona WIB

Yup, setelah setahun lamanya saya tidak membuat post baru dalam blog ini, akhirnya ada waktu (dan terutama sinyal internet) untuk melanjutkan seri Working In Action. Seri ini sebenarnya hanyalah cerita dan pengalaman pribadi saya sendiri sebagai seorang pekerja terutama di tempat yang mungkin sebagian besar lulusan sarjana dari Pulau Jawa tidak akan memilih.

Sudah 2 tahun dan 3 bulan saya melanglang buana di Pulau Kalimantan sejak tahun 2012 bulan April. Setahun pertama saya bekerja di Provinsi Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Banjar. Setelah saya berhasil lulus menjadi pegawai tetap di PT. Pamapersada Nusantara dan menjabat sebagai Group Leader Hauling & Port, saya masih ditempatkan di Distrik KCMB Kalsel. Kemudian rencana Tuhan membawa saya merantau ke daerah lain dan lebih menantang. Yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas. PT. Pamapersada Nusantara (atau lebih dikenal dengan PAMA) membuka tambang baru bersama ownernya PT. Asmin Bara Bronang. Proyek tambang ini baru berjalan semenjak saya bergabung PAMA, yakni tahun 2012. Jadi masih tergolong proyek baru dibandingkan site saya (KCMB) yang mana sudah berjalan sejak tahun 2004. Selain proyek baru, PT. Asmin Bara Bronang (atau kita sebut Asmin) merupakan affco atau affliated company dimana 98% sahamnya adalah milik PAMA. Jadi proyek ini adalah sebuah pertaruhan bagi PAMA untuk mengubah lini bisnisnya, kontraktor pertambangan menjadi owner pertambangan.

Selanjutnya tentang Asmin dan historinya akan saya ceritakan lagi di lain kesempatan. Tambang ini (dikenal dengan kode Distrik ASMI) merupakan tambang yang lokasinya terjauh dibandingkan proyek tambang lain yang PAMA kerjakan. Saya kurang tahu berapa kilometer jarak tempuhnya, tapi yang saya tahu pasti perjalanan dari Palangkaraya ke Buhut, desa terdekat dengan proyek, menghabiskan waktu 5 jam perjalanan dengan mobil. 2 jam ditempuh pada jalan aspal ke Kecamatan Timpah, kemudian dilanjutkan 3 jam menembus jalan milik perusahaan tambang lain dan jalan logging. Karena jaraknya yang paling jauh maka tidak heran ASMI diberi predikat jobsite khusus.

Sesampai di Buhut pun, kita masih harus menempuh perjalanan kira-kira 1 jam menuju Kahukup, lokasi mess dan office tambang. Tapi perjalanan ini ditempuh lewat jalan hauling yang dibangun PAMA, sehingga lebih mulus dalam perjalanan dengan mobil. Distrik ASMI

 

Proyek tambang ini bersebelahan dengan 2 tambang lain, yakni tambang PT. Total Orbit Prima (TOP) dan PT. KTP. Tambang TOP kebetulan tambang yang juga dikerjakan oleh PAMA dengan kode TOPB. Maka dari itu, banyak karyawan yang pertama datang untuk memulai proyek ASMI mayoritas berasal dari TOPB. Proyek tambang batubara ini merupakan proyek yang berkarakter lain dibandingkan tambang lain yang dikerjakan PAMA. Sebab mulai dari pembukaan tambang (clearing), pemindahan tanah (earth moving), pengambilan komoditas (exploitation), hingga hilir (crushing and hauling), dikerjakan oleh PAMA semua. Karena di proyek-proyek tambang besar lain, PAMA hanya sekedar menjadi kontraktor untuk menggali overburden serta mengambil batubaranya. Untuk hilir, dikerjakan oleh owner.

Wajah Tambang ASMI

 

Sejak 20 Agustus 2014, saya resmi bergabung dalam Distrik ASMI Department Hauling, dan menjabat sebagai GL Hauling & Port. Bulan Oktober, saya dipercaya menjadi SHE Coordinator di department saya. Setahun sudah saya lalu-lalang di bumi Kalteng. Tantangan serta kebosanan yang menjadi makanan sehari-hari dalam bekerja di proyek ini. Tapi inilah hidup dan bekerja. Semua pasti ada plus-minusnya. Plusnya saya mendapat penghasilan, minusnya saya harus sabar di hutan selama masa dinas 2 bulan.

 

To be continued……

 

Working In Action: Lupa Rasanya Zona WIB

Ketika ada wacana 3 zona waktu Indonesia disatukan menjadi satu zona waktu saja oleh Menkokesra Hatta Radjasa, saya merupakan orang yang paling pro dengan kebijakan tersebut. Ketika banyak pro dan kontra beredar di internet, saya melihat wacana tersebut sebenarnya akan bermanfaat besar bagi masyarakat Indonesia bila jadi diimplementasikan. Utamanya bagi masyarakat Indonesia Timur. Kenapa? Karena perbedaan waktu 2 jam antara WIB dengan WIT menciptakan loss opportunity yang besar di sektor bisnis dan finansial. Belum lagi timbul moral gap antara masyarakat Indonesia Timut dengan Barat. Sudah menjadi stigma bagi masyarakat Indonesia Barat bahwa Indonesia bagian Timur adalah daerah terpencil dan liar. Dengan perbedaan waktu membuat ada pikiran bahwa daerah WITA adalah dunia lain. Dunia yang sangat berbeda kegiatan dengan daerah WIB. Padahal itu pikiran yang salah.

Working In Action: Foto-Foto Keseharian di Tambang

image

P5M (Pertemuan 5 Menit) Tiap Pagi

 

Survey Tambang

Barging Ke Tongkang

 

Unit HD 785 Sedang Service

image

Persiapan Operasi Hauling

image

Persiapan Operasi Penyiraman

image

Maintenance Kolam Outlet Gorong-Gorong

Working In Action: Kalimantan, Tanah Harapan

Kalimantan. Pulau terbesar di Indonesia. Berisikan berbagai macam sumber daya alam yang melimpah dan tak ada habisnya. Surga di bumi khatulistiwa, menjadi istilah tepat bagi pulau ini. Lebatnya hutan saat dipandag dari udara laksana karpet hijau. Indonesia beruntung memiliki pulau ini.
Ironisnya, jumlah penduduk Kalimantan tidak berbanding lurus dengan besarnya atau luasnya tanah. Semua orang malah berebut sepenggal kecil tanah di Jawa. Sedikit juga hitungan/presentase orang Jawa yang merantau ke Kalimantan. Orang Jawa terbanyak adalah transmigran sejak jaman Orde Baru. Seharusnya Kalimantan menjadi tanah perantauan utama bagi orang Jawa atau Sumatera. Eksploitasilah pulau ini. Tidak ada yang salah dengan mengeksploitasi harta Indonesia ini. Bahkan kita bisa memajukan daerah Kalimantan dengan merantau kesana.

image

Kenapa saya berbicara mengenai Kalimantan? Karena saya merupakan seorang perantauan di tanah Borneo tersebut. Saya mencoba memeras keringat dengan bekerja di perusahaan tambang batubara, PT. Pamapersada Nusantara (PAMA). Site tambang tempat saya beroperasional adalah site KCMB di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. PAMA mengambil fungsi sebagai kontraktor atas joint site yang dimiliki oleh PD. Baramarta dan PT. Prima Multi Mineral (PMM). Uniknya PMM adalah anak perusahaan PAMA yang bekerja sebagai trader batubara. Jadi site KCMB bisa dikatakan sebagai tambang PAMA sendiri.

image

My New Career

image

Karena suatu hal, akhirnya saya memutuskan keluar dari pekerjaan kontraktor bangunan. Dan kini, saya bergabung dengan PT. Pamapersada Nusantara semenjak April 2012!
Perusahaan ini, atau lebih dikenal dengan nama PAMA, merupakan perusahaan kontraktor tambang, khususnya penambangan batubara. Berdiri sejak 1993, PAMA menjadi salah satu kontraktor tambang terkemuka di dunia. Bahkan bisa dikatakan “number one’s coal mining contractor” di Indonesia. Itulah yang menjadi ketertarikan saya untuk bergabung dan mendaftar di posisi Group Leader Operation Division. Walaupun sekarang dalam masa trainee hingga April mendatang, tapi saya mulai menyukai sistem dan cara kerja di perusahaan ini. FYI, PAMA merupakan anak perusahaan PT. UNITED TRACTOR (UT), yang notabene berinduk pada PT. Astra International, Tbk. Embrio PAMA sudah ada sejak 1976, dimana memulai sebagai rental division UT. Berkembang pesat, hingga memiliki 5 anak perusahaan, di antaranya KPP (Kalimantan Prima Persada), PMM (Prima Multi Mineral), MPU (Mitra Persada Utama), dll.

Working In Action: Cari Makan Murah di Mall Jakarta

Mall-mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta menawarkan banyak sekali jenis makanan dari berbagai belahan dunia. Namun untuk menikmati semua itu, tentu saja semua restoran itu memasang tarif mahal. Karena mahal itu relatif, maka standar mahal adalah di luar jangkauan orang kantoran biasa seperti saya ini. Di atas 50 ribu rupiah untuk sekali makan dalam sehari sudah merupakan kategori mahal. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar memilih restoran di mall, agar bisa menikmati makanan enak tapi terjangkau (atau murah).
Rekomendasi saya adalah Shihlin Taiwan Street Snacks. Untuk paket nasi dengan chicken crispy hanya 25 ribu rupiah. Tapi itu belum termasuk minum. Adapun saat saya makan siang di Mall Central Park, Shihlin menjadi pilihan saya. Cukup enak dan mengenyangkan. Banyak menu makanan lain yang ditawarkan oleh restoran ini seperti Seafood Tempura, XXL Crispy Chicken, dan yang paling Ketela manisnya. 10 ribu sudah dapat sebungkus berisi banyak potongan ketela garing nan manis.
Kalo untuk minum, biasanya saya cari di tempat lain yang mengkhususkan menjual minuman. Supaya dengan harga sama, saya bisa mendapat porsi minuman lebih besar. Atau paling murah, saya tinggal beli aqua di Carefour. Jadi makan di mall sebenarnya tidak mahal-mahal amat. Tinggal pintar-pintarnya kita saja kok. Tapi kembali pada prinsip saya, saat bersama kawan atau keluarga, gak usah cari murahnya, tapi cari enaknya. Mahal gak apa-apa, yang penting puas!

image