It's more than creative, it's CREATIZZ

Natal: Seremonial dan Komersial

Suasana menjelang hari Natal di salah satu department store di Jogjakarta. Tepatnya di mall terbesar di Jalan Solo, yaitu Ambarukmo Plaza. Sampai sekarang saya juga tidak tahu bedanya plaza dengan mall itu apa, jadi simpan baik-baik pertanyaan anda semua.

Ketika saya kecil dahulu, Natal yang saya tahu adalah suasana dimana setiap orang benar-benar merayakannya. Paling tidak seisi sekolah benar-benar menantikan Natal, utamanya liburan Natal (hehehe). Dan saat tanggal 25 Desember tiba, seluruh keluarga dari pihak ibu (mayoritas kristiani) datang berkumpul di salah satu rumah anggota keluarga. Berkumpul, bergembira, bercanda, sangatlah hangat suasana itu. Itulah yang saya kenang dari Natal masa kecil saya.

Namun di saat saya beranjak dewasa, Natal bukanlah suasana seremonial bersama lagi. Melainkan suasana komersial. Keluarga saya entah kenapa, hanya punya rencana Natal untuk menghabiskan waktu di mall dan berbelanja! Dan itu didukung oleh diskon besar-besaran yang dipajang oleh jejeran outlet di mall. Dan tentu saja, bonus akhir tahun ayah saya pun ludes sudah dihabiskan dan digantikan dengan menumpuknya tas-tas belanja. Hati kecil inipun bertanya, “benarkah Natal sekarang ini hanya menjadi ajang komersialisasi?” Pertanyaan yang cukup logis, walau mungkin jawabannya kita semua tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s