It's more than creative, it's CREATIZZ

Warnet: Internet Merakyat ala Indonesia

Sebelum saya memposting artikel berisi rincian cerita liburan ke Bali-Lombok part 2, yang mana part 1 isinya juga gak penting-penting banget (ada temen malah bilang, gak asik ah isinya). Kalo sudah dapat komen begituan, biasanya sudah saya pasang tweet “-________-” di twitter (desperate mode:on).

Ini cerita saya mengenai warnet. Tahu warnet? Setiap orang di Indonesia sepertinya sudah tahu apa itu warnet. Untuk generasi saya (ya generasi anak gaul jaman 2004), warnet berasa oasis di tengah dahaga supaya melek teknologi. Jaman SMP tahun 2003, warnet itu masih asing bagi saya. Gak pede. Takut. Dan seribu alasan lainnya. Bahkan internet itu apaan saja belum ngerti (kuper banget ye….).

Pertamanya ke warnet (deket rumah) itu hanya satu alasan. Penasaran anatomi tubuh manusia, khususnya wanita (bahasa sudah disensor demi kepentingan anak kecil yang mencari keyword “cewek telanjang” di warnet. Ya itu kamu cah…..iya kamu yang lagi bengong, cari bokep malah nyasar ke blog gw…….hush pergi sonoh!!). Warnet langganan saya itu gabung jadi satu dengan gamenet, tapi bilik warnetnya lebih sedikit dibandingkan komputer untuk ngegame. Dan hebatnya lagi warnet ini juga nyambung sama wartel. Dan yang lebih heboh lagi, sekarang gabung sama laundry plus studio musik kecil. Seharusnya dipasang papan namanya “Warneteldrisik” (Warung-Internet-Telepon-Laundri-Musik). Gaya banget ya yang punya tuh warnet. Entah gak kreatif atau pengennya kelihatan enterpreneur, terserahlah. Bicara soal fasilitas, warnet ini punya fasilitas paling lengkap…..untuk daerah pinggiran Jogja. Bilik 1×1 m, komputer dengan prosesor yang bootingnya butuh 5 menitan, windows 2000, casing CPU putih, cooling fan buat CPU yang berisiknya ngalahin suara fax masuk, dan cuma ada lubang floopy disk, belum ada USB port. Keren kagak? Warnet ini satu-satunya warnet sepanjang Jalan Godean di Jogja, tanpa saingan selam 5 tahun!!

Bicara soal internet, tentu saja kita berbicara browser. Itu saja saya mencoba buka website masih pake internet explorer versi 3! Kecepatan warnet saat itu? Beuh……dengan bangganya warnet ini memasang spanduk di depan “Sekarang dilengkapi kecepatan internet tanpa batas……128 kbps!!!” -____-

Dan waktu itu belum ada social network, semacam facebook dan teman-temannya. Dan benar kata orang, sebelum mulai trending social network, 80% keyword search di Google adalah “PORN”. Jadi sepertinya saya punya alibi, kenapa dulu kecil sudah murtad nan mesum :p

Walaupun banyak perbedaan dengan generasi warnet masa kini, ada satu persamaan. Khususnya gamenet. Gak dulu, gak sekarang, banyak anak SD keleleran di sekitar orang maen game, cuma buat ngelihatin dan cuma bikin rame ga jelas!! Yang paling seru jaman itu gamenya, tentu saja CS “Counter-Strike”, sudah gratis, bunuh-bunuhan, dan very highly addicted game. Kalo sekarang, sepertinya CS sudah tergerus oleh Point Blank, CrossFire, dan sejenisnya. Tapi dewasa ini, anak-anak SD gak jelas itu sepertinya sudah upgrade (dalam mengganggu orang). Agak modalan, mereka mulai ngrusuhin PB dengan segala gayanya. Ngecheat, ngomong kasar, tidak sportif, dan lain-lain. Aduh….aduh….cah…cah, kenapa sih gak maen permainan seperti jamanku dulu, macem petak umpet, gobak sodor, benteng-bentengan.

Kembali lagi ke masalah warnet. Waktu jaman saya KKN setahun lalu, di desa saya ada satu warnet. Dan saya sama sekali tidak menyangka bakal nemu lagi kembaran warnet jaman saya SMP!! Persis dengan segala fasilitasnya, macam ukuran bilik, CPU, kecepatan internet, dan tentu saja………….para anak SD ababil pengacau itu. Semacam kutukan buat saya masalah anak SD ini -____-

Padahal bisa saya katakan, warnet-warnet di Jogja sudah berkembang pesat dengan segala fasilitasnya. Pengunjung warnet benar-benar dimanjakan, mulai dari bilik yang leluasa, kursi empuk, desain interior yang stylish dan modern, OP warnet yang profesional, komputer paling canggih, dan kecepatan internet yang lumayan kenceng. Bahkan fasilitas untuk WiFi sepertinya mulai lumrah untuk dipasang. Bahkan hampir seperti kafe bila tidak berlebihan untuk disebut. Warnet bukan lagi tempat cari bokep (walaupun sebenarnya masih………dan selamanya akan selalu begitu!!), melainkan sebuah tempat bagi kawula muda untuk nongkrong, pamer laptop, dan menghabiskan waktu. Bagi mahasiswa, cerita warnet akan berbeda. Warnet adalah sumber ilmu tanpa batas, goa berdiamnya Mbah Gugel, dimana dengan membayar 3000 rupiah per jam, bisa mengcopy paste semua artikel yang bisa ditemukan tanpa diedit untuk dimasukkan dalam tugas dosen esoknya. Perpustakaan? Gak jaman lagee…..

Intinya, warnet telah menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia mulai melek akan teknologi. Bahkan tukang parkir saja bisa punya akun facebook dan twitter (no offense bro). Warnet telah menjadi saksi sejarah betapa merakyatnya internet di Indonesia. Tak butuh uang banyak, hanya sekedar 2-3 ribu per jam (dari jaman SMP sampai saya lulus kuliah), we are connected to the world!!! Walaupun modem murah mulai secara perlahan mencekik pasar bisnis warnet, rakyat di pelosok desa masih akan menggantungkan pada keberadaan warnet. Betapapun memprihatinkannya fasilitas warnet, betapapun menyebalkannya perilaku para ababil anak SD, betapapun terbatasnya kecepatan internet, rakyat Indonesia akan selalu mencari warnet. Bahkan saya akan selalu mencari warnet, biarpun nantinya di masa depan saya sudah punya modem super kencang, laptop canggih, dan segala kemewahan, warnet akan selalu ada dalam hati saya (lho?).

Fact Info: Warnet andalan saya dari SMP sampai sekarang, walaupun sudah berevolusi dengan segala kecanggihan masa kini, spanduk “128 kbps” masih tetap dipasang……….tapi ditambahin angka “0” dibelakangnya -___-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s